Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Halo nama saya Achsanu Nadiya dari
prodi Ilmu Komunikasi. Disini saya mau menceritakan tentang apa saja yang saya dapat waktu
“Pendalaman Terapi Shalat Bahagia [PTSB]” yang di training langsung oleh dosen
saya yang tercinta yaitu Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag.
Sebelum kita membahas lebih
lanjut saya akan mengenalkan trainer dari PTSB itu sendiri, yaitu Prof. Dr. Moh
Ali Aziz, M.Ag.
Dilahirkan
di Lamongan, 09-06-1957 dan sudah mempunyai istri, 7 anak serta 3 cucu. Beliau
merupakan alumni Ponpes Ihyaul Ulum Gresik (1975) dan juga menjadi guru
besar/dosen pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004). Beliau juga
aktif dalam menulis buku, beberapa karya/buku yang ditulisnya adalah buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012),
beliau sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia
(PTSB).
Lebih dahulu saya hanya sedikit memberi informasi bahwa yang mengikuti bimbingan PTSB ini hanya mahasiswa Prof. Ali Aziz dari semester 1 Fakultas Dakwah dan Komunikasi serta mahasiswa pascasarjana di UIN Sunan Ampel Surabaya dan acara ini gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun, padahal jika ikut acara PTSB ini di luar per-orang harus membayar sekitar ratusan ribu rupiah. Disini saya sangat merasa beruntung dapat mengikuti bimbingan PTSB ini.
Sehari sebelum PTSB dimulai
saya dan teman-teman diminta untuk membuat daftar masalah, anugrah, harapan,
orang yang dibenci dan lain-lain dalam sebuah kertas. Pada saat PTSB saya
diberi buku panduan kecil yang isinya tentang hal-hal yang menyangkut tentang PTSB.
Oke, sekarang mari kita bahas tentang apa itu PTSB. PTSB sendiri merupakan
singkatan dari Pendalaman Terapi Shalat Bahagia. Mengapa kita harus mengikuti PTSB
ini? Karena PTSB sendiri memberikan bimbingan dan praktek shalat agar kita bisa
memahami dan mengingatnya lebih kuat serta bisa memantapkan keyakinan akan
kebesaran Allah, pecaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah
menuju hidup bahagia. Dan seberapa penting mengikuti bimbingan PTSB ini? Dari
beberapa partisipan yang pernah mengikuti PTSB mereka telah berhasil mengubah mindset
untuk ikhlas dan ridlo atas keputusan Allah, lebih percaya diri, optimis,
tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit.
Setelah mengetahui apa itu PTSB, mengapa kalian harus mengikuti PTSB, dan
seberapa penting mengikuti PTSB. Kalian pasti bertanya-tanya mengapa saya dan
teman-teman saya disuruh membuat daftar anugrah, daftar masalah, daftar harapan dan
sebagainya sehari sebelum acara PTSB. Dan apa sih kegunaan dari membuat daftar
tersebut?
Sebelum saya menjawab saya mau menganalogikan seperti ketika kalian akan
berbelanja ke pasar, kalian pasti akan menyiapakan daftar barang apa saja yang
akan kalian beli di pasar sehingga sewaktu di pasar kita akan fokus untuk membeli barang yang
kita butuhkan dan tidak membeli barang yang tidak perlu, begitu juga dengan
daftar anugrah disini kita akan menulis daftar nikmat apa saja yang diberikan
Allah kepada kita, agar pernyataan syukur terfokus selama shalat. Begitu juga
dengan daftar masalah dan harapan kalian bisa fokus menceritakan masalah apa saja
yang ingin kalian ceritakan kepada Allah dan harapan apa yang kalian ingin
sampaikan kepada Allah.
Beberapa syarat-syarat dalam berdoa kepada Allah yang telah dijelaskan oleh Prof. Ali Aziz, yaitu :
Beberapa syarat-syarat dalam berdoa kepada Allah yang telah dijelaskan oleh Prof. Ali Aziz, yaitu :
1. Kita sebaiknya berhenti mengeluh kepada
Allah, lebih baik kata mengeluh diganti dengan bercerita kepada Allah.
2. Sabar menunggu atas
jawaban dari masalah ataupun harapan yang telah disampaikan kepada Allah.
3. Merubah mindset kita
agar senatiasa berprasangka baik kepada Allah.
Di dalam bimbingan Terapi Shalat Bahagia ada beberapa kalimat kunci
untuk semua gerakan shalat, yaitu SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI
SOSIAL, sangat mudah untuk diingat bukan?. Sekarang saya akan jelaskan satu
persatu arti dari kalimat tersebut.
Dalam posisi berdiri kata kunci
yang digunakan adalah SUBHAN,
kata SUBHAN sendiri
merupakan singkatan dari Syukur,
Bimbingan, dan Ketahanan
Iman.
1. Syukur : “Wahai Allah aku bersyukur atas semua nikmat-Mu,”
2. Bimbingan : “Bimbingalah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang
benar”.
3. Ketahanan Iman : “Berilah aku ketahanan iman
untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”.
Di dalam posisi ini sebaiknya setelah membaca surat al-fatihah
kita berhenti sejenak buat renungan setelah itu dilanjutkan dengan membaca
surat pendek.
Dalam posisi rukuk kata kunci yang
digunakan adalah TURUT, kata TURUT sendiri
merupakan singkatan dari Tunduk, Menurut.
1. Tunduk : “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu.
Aku bertasbih dan menyerahkan
hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu.
2. Menurut : “Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah
dosa-dosaku”. Pada saat rukuk sebenarnya kita
menyerahkan kepala kita untuk dipenggal. Dan pada saat rukuk pula kita
seharusnya sudah siap mati, jika kita sudah siap mati inilah yang dinamakan
rukuk sejati dan hal ini pula juga akan bisa meraih kemuliaan.
Dalam posisi i’tidal kata kunci
yang digunakan adalah HADIR, kata HADIR sendiri
merupakan singkatan dari Hak Pujian, dan Takdir.
1. Hak Pujian : “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena
terlintas mengharap pujian manusia”
2. Takdir Allah : “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas
menerimanya.”
Dalam posisi sujud
kata kunci yang digunakan adalah MASJID, kata MASJID sendiri
merupakan singkatan dari Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga.
1. Maaf : “Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan sekeluargaku.”
2. Sinar : “Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu
berbuat yang Engkau ridlai.”
3. Jiwa dan Raga : “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan
hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu.”
Di dalam posisi sujud ini lebih baik kita perbanyak doa karena doa
diwaktu sujud lebih berharga daripada harta.
Dalam posisi duduk diantara dua sujud kata
kunci yang digunakan adalah AKSI, kata AKSI sendiri
merupakan singkatan dari Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman.
Di dalam posisi ini atau lebih tepatnya setelah membaca doa sholat
sebaiknya kita melakukan renungan, baru setelah renungan kita melakukan gerakan
selanjutnya. Tapi harus perlu dingat jika ingin melakukan hal ini sebaiknya
dilakukan pada waktu shalat sendirian bukan pada waktu shalat
berjamaah.
Dalam posisi tasyahud diantara dua
sujud kata kunci yang digunakan adalah SOSIAL, kata SOSIAL sendiri
merupakan singkatan dari Sholawat, Persaksian, dan Tawakal.
1. Sholawat : “Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan
menyontoh akhlaknya.”
2. Persaksian : “Aku bersaksi, ‘Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad
adalah utusan-Mu’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku.”
3. Tawakal : “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan
semua persoalan kepada-Mu.”
Itulah beberapa penjelasan dari saya
tentang kalimat kunci dalam shalat, disini saya juga akan memberikan beberapa
pedoman dalam menyusun doa, yaitu :
1.
Ceritakan
masalah Anda secara rinci dan fokus.
2.
Katakanlah
Anda ikhlas, ridlo dan tidak mengeluh atas masalah Anda.
3.
Katakanlah
Anda yakin (3x) Allah pasti (3x) Maha Kuasa menolong Anda.
4.
Katakanlah
Anda pasra (3x) kepada Allah atas apapun keputusan-Nya.
Kalian pasti
bisa melakukan itu semua, sebaiknya untuk pemula melakukan hal tersebut secara
bertahap bukan sekaligus, karena jika pemula melakukan sekaligus itu mungkin
akan terasa memberatkan. Dan jangan lupa untuk selalu memperbanyak doa di dalam
shalat karena doa didalam shalat lebih bagus daripada doa setelah shalat dan
doa tersebut dilakukan di sujud kedua setiap rakaat terakhir. Dan semua ini
harus dibarengi dengan yakin kepada Allah. Allah berfirman :
“Barangsiapa tidak senang dengan keputusan dan
dengan takdirku, maka hendaknya ia segera mencari tuhan selain Aku.” (H.Q.R.
At-Thabrany)
“Barangsiapa
tidak beriman pada takdir-Ku, enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan
mengurusinya lagi.” (H.Q.R. Abu Ya’la)
Last but not
least, disini saya juga akan memberikan
beberapa testimoni yang saya dapat pada waktu bimbingan PTSB dengan Prof. Ali
Aziz. Beberapa testimoni sebagai berikut :
Dahlan Iskan, Jawa Pos Group :
“Inilah manajemen shalat yang detail dan menarik. Saya pasti
merubah shalat saya, yaitu memperbanyak doa di dalamnya daripada di luar
shalat.”
Sri Wahyuni, Sidoarjo :
“6 bulan sakit duduk dan jalan. Sekarang bisa tahiyat dan berjalan
lancar.”
Dr. Meralda S.S, Surabaya :
“Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain,
setelah lima bulan sakit.”
Itulah beberapa testimoni dari
beberapa partisipan yang sudah pernah mengikuti bimbingan PTSB ini. Satu hal
yang bisa disimpulkan dari penjelasan saya diatas adalah “ Jika kamu ingin
hidup bahagia maka perbaikilah shalatmu terlebih dahulu.”
Tulisan ini saya buat berdasarkan
apa yang saya dapat waktu mengikuti bimbingan PTSB dengan Prof. Ali Aziz,
semoga tulisan ini bisa menjadi referensi anda semua tentang PTSB dan semoga
tulisan ini bermanfaat. Sebelumnya saya mohon maaf apabila ada kata-kata saya
yang kurang berkenan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.
