Jumat, 29 November 2019

Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Halo nama saya Achsanu Nadiya dari prodi Ilmu Komunikasi. Disini saya mau menceritakan tentang apa saja yang saya dapat waktu “Pendalaman Terapi Shalat Bahagia [PTSB]” yang di training langsung oleh dosen saya yang tercinta yaitu Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag.

Sebelum kita membahas lebih lanjut saya akan mengenalkan trainer dari PTSB itu sendiri, yaitu Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag.



Dilahirkan di Lamongan, 09-06-1957 dan sudah mempunyai istri, 7 anak serta 3 cucu. Beliau merupakan alumni Ponpes Ihyaul Ulum Gresik (1975) dan juga menjadi guru besar/dosen pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004). Beliau juga aktif dalam menulis buku, beberapa karya/buku yang ditulisnya adalah buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012), beliau sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB).

Lebih dahulu saya hanya sedikit memberi informasi bahwa yang mengikuti bimbingan PTSB ini hanya mahasiswa Prof. Ali Aziz dari semester 1 Fakultas Dakwah dan Komunikasi serta mahasiswa pascasarjana di UIN Sunan Ampel Surabaya dan acara ini gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun, padahal jika ikut acara PTSB ini di luar per-orang harus membayar sekitar ratusan ribu rupiah. Disini saya sangat merasa beruntung dapat mengikuti bimbingan PTSB ini.

Sehari sebelum PTSB  dimulai saya dan teman-teman diminta untuk membuat daftar masalah, anugrah, harapan, orang yang dibenci dan lain-lain dalam sebuah kertas. Pada saat PTSB saya diberi buku panduan kecil yang isinya tentang hal-hal yang menyangkut tentang PTSB.

Oke, sekarang mari kita bahas tentang apa itu PTSB. PTSB sendiri merupakan singkatan dari Pendalaman Terapi Shalat Bahagia. Mengapa kita harus mengikuti PTSB ini? Karena PTSB sendiri memberikan bimbingan dan praktek shalat agar kita bisa memahami dan mengingatnya lebih kuat serta bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, pecaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Dan seberapa penting mengikuti bimbingan PTSB ini? Dari beberapa partisipan yang pernah mengikuti PTSB mereka telah berhasil mengubah mindset untuk ikhlas dan ridlo atas keputusan Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit.

Setelah mengetahui apa itu PTSB, mengapa kalian harus mengikuti PTSB, dan seberapa penting mengikuti PTSB. Kalian pasti bertanya-tanya mengapa saya dan teman-teman saya disuruh membuat daftar anugrah, daftar masalah, daftar harapan dan sebagainya sehari sebelum acara PTSB. Dan apa sih kegunaan dari membuat daftar tersebut?

Sebelum saya menjawab saya mau menganalogikan seperti ketika kalian akan berbelanja ke pasar, kalian pasti akan menyiapakan daftar barang apa saja yang akan kalian beli di pasar sehingga sewaktu di pasar kita akan fokus untuk membeli barang yang kita butuhkan dan tidak membeli barang yang tidak perlu, begitu juga dengan daftar anugrah disini kita akan menulis daftar nikmat apa saja yang diberikan Allah kepada kita, agar pernyataan syukur terfokus selama shalat. Begitu juga dengan daftar masalah dan harapan kalian bisa fokus menceritakan masalah apa saja yang ingin kalian ceritakan kepada Allah dan harapan apa yang kalian ingin sampaikan kepada Allah.

Beberapa syarat-syarat dalam berdoa kepada Allah yang telah dijelaskan oleh Prof. Ali Aziz, yaitu : 
1. Kita sebaiknya berhenti mengeluh kepada Allah, lebih baik kata mengeluh diganti dengan bercerita kepada Allah.
2. Sabar menunggu atas jawaban dari masalah ataupun harapan yang telah disampaikan kepada Allah.
3. Merubah mindset kita agar senatiasa berprasangka baik kepada Allah.

Di dalam bimbingan Terapi Shalat Bahagia ada beberapa kalimat kunci untuk semua gerakan shalat, yaitu SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL, sangat mudah untuk diingat bukan?. Sekarang saya akan jelaskan satu persatu arti dari kalimat tersebut.

Dalam posisi berdiri kata kunci yang digunakan adalah SUBHAN, kata SUBHAN sendiri merupakan singkatan dari Syukur, Bimbingan, dan Ketahanan Iman.
1. Syukur : “Wahai Allah aku bersyukur atas semua nikmat-Mu,”
2. Bimbingan : “Bimbingalah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar”.
3. Ketahanan Iman : “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-Mu”.
Di dalam posisi ini sebaiknya setelah membaca surat al-fatihah kita berhenti sejenak buat renungan setelah itu dilanjutkan dengan membaca surat pendek.

    Dalam posisi rukuk kata kunci yang digunakan adalah TURUT, kata TURUT sendiri merupakan singkatan dari Tunduk, Menurut.
1. Tunduk : “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku   bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu.
2.  Menurut : “Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”. Pada saat rukuk sebenarnya kita menyerahkan kepala kita untuk dipenggal. Dan pada saat rukuk pula kita seharusnya sudah siap mati, jika kita sudah siap mati inilah yang dinamakan rukuk sejati dan hal ini pula juga akan bisa meraih kemuliaan.

    Dalam posisi i’tidal kata kunci yang digunakan adalah HADIR, kata HADIR sendiri merupakan singkatan dari Hak Pujian, dan Takdir.

1. Hak Pujian : “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia”
2. Takdir Allah : “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”

    Dalam posisi sujud kata kunci yang digunakan adalah MASJID, kata MASJID sendiri merupakan singkatan dari Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga.
1. Maaf : “Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan sekeluargaku.”
2. Sinar : “Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang Engkau ridlai.”
3. Jiwa dan Raga : “Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu.”

Di dalam posisi sujud ini lebih baik kita perbanyak doa karena doa diwaktu sujud lebih berharga daripada harta.

     Dalam posisi duduk diantara dua sujud kata kunci yang digunakan adalah AKSI, kata AKSI sendiri merupakan singkatan dari Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman.

Di dalam posisi ini atau lebih tepatnya setelah membaca doa sholat sebaiknya kita melakukan renungan, baru setelah renungan kita melakukan gerakan selanjutnya. Tapi harus perlu dingat jika ingin melakukan hal ini sebaiknya dilakukan pada waktu shalat sendirian bukan pada  waktu shalat berjamaah.

      Dalam posisi tasyahud diantara dua sujud kata kunci yang digunakan adalah SOSIAL, kata SOSIAL sendiri merupakan singkatan dari Sholawat, Persaksian, dan Tawakal.
1. Sholawat : “Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya.”
2. Persaksian : “Aku bersaksi, ‘Tiada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah utusan-Mu’. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku.”

3. Tawakal : “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu.”

Itulah beberapa penjelasan dari saya tentang kalimat kunci dalam shalat, disini saya juga akan memberikan beberapa pedoman dalam menyusun doa, yaitu :
1.    Ceritakan masalah Anda secara rinci dan fokus.
2.    Katakanlah Anda ikhlas, ridlo dan tidak mengeluh atas masalah Anda.
3.    Katakanlah Anda yakin (3x) Allah pasti (3x) Maha Kuasa menolong Anda.
4.    Katakanlah Anda pasra (3x) kepada Allah atas apapun keputusan-Nya.

Kalian pasti bisa melakukan itu semua, sebaiknya untuk pemula melakukan hal tersebut secara bertahap bukan sekaligus, karena jika pemula melakukan sekaligus itu mungkin akan terasa memberatkan. Dan jangan lupa untuk selalu memperbanyak doa di dalam shalat karena doa didalam shalat lebih bagus daripada doa setelah shalat dan doa tersebut dilakukan di sujud kedua setiap rakaat terakhir. Dan semua ini harus dibarengi dengan yakin kepada Allah. Allah berfirman :

 “Barangsiapa tidak senang dengan keputusan dan dengan takdirku, maka hendaknya ia segera mencari tuhan selain Aku.” (H.Q.R. At-Thabrany)
“Barangsiapa tidak beriman pada takdir-Ku, enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan mengurusinya lagi.” (H.Q.R. Abu Ya’la)
Last but not least, disini saya juga akan memberikan beberapa testimoni yang saya dapat pada waktu bimbingan PTSB dengan Prof. Ali Aziz. Beberapa testimoni sebagai berikut :

 
Dahlan Iskan, Jawa Pos Group :
“Inilah manajemen shalat yang detail dan menarik. Saya pasti merubah shalat saya, yaitu memperbanyak doa di dalamnya daripada di luar shalat.”

Sri Wahyuni, Sidoarjo :
“6 bulan sakit duduk dan jalan. Sekarang bisa tahiyat dan berjalan lancar.”

Dr. Meralda S.S, Surabaya :
“Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain, setelah lima bulan sakit.”

Itulah beberapa testimoni dari beberapa partisipan yang sudah pernah mengikuti bimbingan PTSB ini. Satu hal yang bisa disimpulkan dari penjelasan saya diatas adalah “ Jika kamu ingin hidup bahagia maka perbaikilah shalatmu terlebih dahulu.”

Tulisan ini saya buat berdasarkan apa yang saya dapat waktu mengikuti bimbingan PTSB dengan Prof. Ali Aziz, semoga tulisan ini bisa menjadi referensi anda semua tentang PTSB dan semoga tulisan ini bermanfaat. Sebelumnya saya mohon maaf apabila ada kata-kata saya yang kurang berkenan.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Halo nama saya Achsanu Nadiya dari prodi Ilmu Komunikasi.  Disini saya mau menceritakan ten...